TERBAIK

ini cerpen selanjutnya dari saya please enjoy!!πŸ™‚

*TERBAIK*

Maret 2010

Sekali lagi kuperikasa lembar jawaban yang ada dihadapanku, setelah kurasa cukup akupun bergegas mengumpulkannya pada pengawas ujian yan sedari tadi menuggu jawaban milikku. Ada perasaan bangga dalam hatiku karena dapat mengerjakan soal-soal itu sendiri tanpa harus copy paste dan lirik kiri kanan. Hal ini pun mengingatkanku pada kejadian beberapa waktu yang lalu. Pengalaman paling berharga dalam hidupku.

***

Januari 2010

β€œ Rivi !” panggil Angel teman sebangku ku.

β€œ Eh, ma’af ya ketiduran,” jawabku singkat lalu melanjutkan tidurku.

Aku Arifin Prima Putra seorang siswa SMU kelas XII, Kapten tim basket

dan juga seorang model, dan nggak mengherankan kalau aku jadi rebutan banyak cewek.

Namun hanya ada beberapa teman cewek yang dekat denganku, salah satunya Angel teman sebangku ku itu.

β€œ Rivi !” panggil Angel, kali ini dengan suara agak keras.

β€œ Apa ?”

β€œ Kok kamu santai banget sih, kamu sudah ngerjain PR Fisika ? Hari ini kan dikumpul”, cerocos Angel.

β€œ Wekk !!”

Aku hanya bisa ternganga. Aku mungkin berbakat dalam hal basket dan foto model,

tapi aku amat sangat tidak menguasai pelajaran eksakta dan kali ini aku lupa mengerjakan PR, boro- boro mau belajar tidur pun aku hanya sebentar. Ya, aku baru saja pulang jam tiga dini hari tadi, sehabis ikut sesi pemotretan. Tanpa mau membuang waktu aku pun bangkit berdiri dan segera mencari bala bantuan.

β€œ Angel, nyontek punya kamu dong,” ucapku pada Angel dengan wajah memelas.

β€œ Enak aja.. Aku aja mau nyontek punya kamu, kirain kamu udah selesai.”

β€œAduh !”

β€œ Kalau gitu ayo buruan kita tanya yang lain, SERBU !!” teriak Angel penuh semangat.

Begitulah Morla Angelia atau yang lebih aku kenal dengan panggilan Angel, sahabat terbaik yang pernah aku punya. Angel memiliki wajah yang lumayan atau bisa dibilang cantik, namun tidak jauh beda denganku dia juga lemah dalam pelajaran eksakta.

***

Pagi ini cuaca sangat cerah, secerah hatiku yang habis dapat honor lumayan gede. Aku berjalan dengan santai menuju ke kelasku, saking santainya aku sampai tidak lihat- lihat jalan dan hasilnya…………….

Brukk…. !! Aku tersentak kaget ku pandengi sosok yang ada didepanku ini,

cewek kecil berkulit putih dengan rambut panjang sebahu dan berkacamata.

Manis dan imut. Hehehe ..

Aku pun berusaha membantunya membereskan barang bawaannya yang jatuh berserakan, namun respon darinya sungguh membuatku terkejut, dia sama sekali tidak mengucapkan terima kasih dan langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan aku yang masih penasaran.

Tidak butuh waktu yang lama untuk mengetahui tentang gadis yang menabrakku itu, dia bernama Arletta Gracia, atau lebih dikenal dengan panggilan Letta. Dia termasuk siswa teladan disekolahku dan aku tidak tahu kenapa aku jadi suka sama cewek kayak dia. Aku berusaha mendekatinya dengan berbagai cara. Samapai- sampai mengikutinya seperti seorang penguntit namun tak pernah dihiraukan dan pada suatu hari dia tiba- tiba menegurku.

β€œ Rivi, kamu kok ngikutin aku terus ?” tanya Letta dengan wajah kesal.

β€œ Aku kan suka sama kamu, jadi nggak ada salahnya kan aku ngikutin kamu,” jawabku santai.

β€œTapi dunia kita kan beda, aku sering ikut kegiatan- kegiatan yang berhubungan dengan pelajaran sekolah

sedangkan kamu seorang model, lagian disekitar kamu kan banyak cewek- cewek cantik, ” omel Letta.

β€œ Memang apa salahnya kalau kita beda ?? Tiap orang kan memang nggak ada yang selalu sama, dan soal

kenapa aku suka sama kamu itu masalah hati” jawabku cepat.

β€œ Iya, tapi aku nggak bisa terima sikap kamu yang mendahulukan pekerjaan daripada sekolah. Kamu sama teman kamu Angel itu nggak pernah mau berusaha belajar, padahal sudah dekat ujian,” Letta berkata lalu pergi meninggalkan ku sendiri.

Agak lama aku memikirkan perkataan Letta padaku tadi dan menurutku ada benarnya juga. Kemudian aku putuskan untuk menghentikan kegiatanku sebagai model untuk sementara waktu dan mengikuti bimbingan belajar, selain untuk meningkatkan nilai dan mempersiapkan diri mengahadapi ujian juga untuk mendekatkan diri pada Letta. Tidak lupa juga aku mengajak Angel untuk ikut bimbel.

Sudah beberapa kali aku dan Angel mengikuti bimbel dan perubahan pun mulai kurasakan nilai- nilai ku mulai meningkat menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya, aku juga semakin dekat dengan Letta karena sering diskusi soal pelajaran, berbeda dengan Angel yang nilai- nilainya hanya menigkat sedikit menjadi lebih baik. Akupun bingung dengan temanku yang satu ini. Apa memang sudah takdirnya dilahirkan dengan otak pas pasan… ???

***

Hari ini hari minggu.

Mumpung libur aku memanfaatkan waktu untuk mengajak Letta dan Angel belajar bersama. pukul 10 pagi kami berkumpul dirumah Letta, aku berangkat bersama dengan Angel. Selama belajar itu entah mengapa aku melihat wajah Letta tidak seceria biasanya. Seperti ada yang disembunyikannya, dan ketika kutanya dia hanya berkata tidak ada apa- apa.

***

Sejak kami belajar bersama itu, kuarasa ada yang berubah dari Letta, bukan sikapnya padaku tapi tentang penampilannya , Letta sering memakai make up yang cukup tebal, walaupun pada dasarnya dia menjadi semakin cantik tapi aku merasa tidak nyaman, aku merasa seperti melihat orang lain dalam diri Letta bukan Letta yang polos seperti yang aku kenal selama ini. Dia mulai bergaul dengan orang yang menurutku kurang baik, ketika kutanya dia hanya acuh, dan ternyata kekhawatiranku menjadi kenyataan.

***

Februari 2010

Aku baru saja menerima pesan singkat dari temanku sesama model, dia mengundangku ke pesta ulang tahunnya yang dilaksanakan di sebuah Night Club. Aku sih masih pikir- pikir karena besoknya akan ada Try Out, tapi tak apalah sekali- sekali aku keluar. Sesampai di tempat berlangsungnya acara, aku langsung mengahampiri temanku yang berulang tahun dan mengucapkan selamat, kemudian aku mencari tempat duduk yang agak sepi. Aku memandang sekelilingku, tidak jauh dari tempatku duduk aku melihat kumpulan cewek yang kira- kira seusia denganku dan yang membuatku terkejut sosok orang yang sangat ku kenal ada disana. Letta berada dalam kumpulan itu sambil meminum sebuah minuman beralkohol. Aku hampir tidak percaya dengan apa yang ku lihat, sampai Letta datang menghampiriku dengan wajah gugup.

β€œ Hai Vi,” sapa Letta agak gugup.

Aku hanya diam, menatap tajam ke arah Letta.

β€œ Rivi ..!!’ panggil Letta lagi.

β€œ Letta, aku gag nyangka kalau kamu sudah berubah sejauh ini. Kenapa ?”

β€œ Ma’afin aku Vi, aku cuma mau berubah menjadi oarang yang cocok buat kamu,

aku mau tampil cantik dan pantas dihadapan kamu. aku pengen kayak Angel.

β€œ Tapi nggak perlu gini kan caranya, kamu yang dulu bagiku sudah cukup cantik.

Kamu nggak perlu berubah menjadi seperti siapapun, cukup jadi diri kamu sendiri itu aja sudah membuat kamu cantik di mataku, dan kamu juga punya kelebihan yang Angel nggak punya yaitu otak kamu yang pintar. Tapi sekarang aku kecewa sama kamu, kamu nggak bisa menerima diri kamu apa adanya dan mensyukuri apa yag udah kamu punya,” tuturku pajang lebar.

β€œ Aku minta ma’af Vi, aku janji nggak bakal ngulang ini semua lagi, kamu masih mau nerima aku lagi kan ??” tanya Letta dengan wajah memelas.

β€œ Aku pegang janji kamu, tapi ma’af aku cuma bisa menganggap kamu sebagai seorang teman nggak lebih. Aku sudah terlanjur kecewa dengan sikap kamu.”

Aku pun pergi meninggalkan tempat itu, tanpa menoleh sedikitpun kearah Letta yang sedang menangis menyesali diri. Aku tak bisa menerima maaf Letta begitu saja, karena dia sudah terjerumus kedalam pergaulan yang tidak baik dengan menggunakan alasan ingin seperti Angel padahal Angel tak pernah terlibat hal seperti itu..

***

Kini aku sedang menghadapi try out namun kejadian yang kualami tadi malam masih terbayang dibenakku. Selesai try out aku pergi ke ruangan Angel disana aku melihat Angel dengan wajah cerah tersenyum kearahku.

β€œ Gimana try outnya ?” tanyaku pada angel.

β€œ Ya gitu deh, walaupun susah aku berusaha ngerjainnya sendiri tanpa minta bantuan orang lain,

apapun hasilnya nanti aku sih terima aja, karena itu hasil kerjaku sendiri, mau bagus atau buruk yang penting aku udah usaha semampuku, dan kalau benar hasilnya jelek berarti memang sudah begitu batas kemampuanku.” ucap Angel panjang lebar.

Aku hanya tersenyum mendengar kata- kata itu.

***

Maret 2010

β€œ Hei Vi.. ! Kok ngelamun, susah ya soalnya tadi,” tanya Angel padaku.

β€œ Nggak kok, aku cuma inagt ama kejadian dulu, waktu kita masih sama- sama blo’on..hheehe.”

β€œ Hahaha.. Kamu bisa aja yang sudah berlalu biarinkan berlalu, ambil hikamhnya, dan jadikan pelajaran buat kita

di masa mendatang.”

β€œ Betul.. Setuju,” sahutku pada Angel.

Hampir satu bulan kejadian antara aku dan letta berlalu, tak terasa sekarang kami sudah mengahadapi ujian. Setelah kejadian itu Letta menjauh dari aku, entah dia malu atau ada perasaan yang lain

aku pun tak tahu. Setiap aku mendekatinya dia selalu menghindar. Aku sedikt kecewa dengan sikapnya itu namun dalam hatiku, aku sangat berterima kasih padanya, dialah yang membuatku menjadi orang yang rajin belajar dan menghargai waktu, yang membuatku menjadi seperti sekarang ini. Semenjak Letta menjauh dariku, aku lebih dekat dengan Angel, aku sering mengajaknya belajar bersama dan megajarinya pelajaran- pelajaran yang dia kurang mengerti, dan hasilnya lumayan walaupun tidak bisa dibilang sangat baik tapi aku tahu bahwa Angel sudah berusaha, dan kerena sifatnya yang apa adanya itu lama- lama aku menyukainya dan sekarang Angel sudah menjadi kekasihku.

β€œ Rivi, kok ngelamun lagi !” teriak Angel.

β€œ Eh, nggak kok,” jawabku sedikit gelagapan.

β€œ Ih.. Jangan- jangan ngelamun jorok lagi,” canda Angel.

β€œ Enak aja, kamu kali yang jorok.”

β€œ Huh..” ucap Angel dengan bibir di monyongkan kayak bebek.

β€œ udah ah.. kita pulang yuk biar cepat belajar, besok kan masih ada ujian .”

β€œ Sipp boss, β€œ jawab Angel dengan menyunggingkan senyumannya yang selalu manis untuk dilihat.”

Aku pun berjalan lalu menggandeng tangan Angel. Ku pandangi langit yang begitu cerah, sesaat pikiranku menerawang aku menyadari bahwa hidup ini penuh dengan tantangan. Kita bisa berubah menjadi lebih baik dengan berusaha dan belajar namun ada juga hal yang tak bisa kita ubah walaupun kita berusaha sekuat mungkin, karena itulah yang sudah diberikan Tuhan untuk kita, satu yang perlu kita ingat bahwa Tuhan menciptakan setiap orang dengan kelebihan dan kekurangan masing- masing. Kita hanya bisa berusaha menjadi diri sendiri, mensyukuri apa yang kita miliki dan menjadi yang terbaik dengan apa yang telah diberikan Tuhan bagi kita.

Selesai ..

Thx udahh d’bca ya !!! ^^

GBU …

penulis: chrisya ludwiqa

NOTE: kalau mau copy jangan lupa cantumkan nama penulis, Thanks

Perihal diofebrilian7
always curious

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: