Sahabat jadi Cinta (Harapan yang Gagal)

judul cerpen kali ini mirip ama lagunya zigaz tapi duluan cerpen ini jadi sebelum zigaz ngehits hehehe.. yokk!! dibaca gan😀

“SAHABAT JADI CINTA”

Sambil mendengarkan musik aku membersihkan kamarku. Kebetulan hari ini libur. Tanpa sengaja pandanganku tertuju pada sebuah foto. Perlahan ku ambil foto itu. Nampak di foto tersebut aku bersama ketiga sahabatku, Ery, Titan, dan Amel. Ery sudah seminggu ini aku menjauh darinya hanya karena satu alasan, Ery naksir aku. Namun bagiku itu bukan hal sepele, aku tidak mau tidak mau dia menyatakan perasaannya padaku dan meminta aku jadi kekasihnya, karena aku tau Ery sangat mudah sakit hati. Aku takut jika nanti ku tolak dia akan menjauh dariku dan tentu saja hal itu akan merusak persahabatan kami. Jadi, sebelum semua itu terjadi aku menjauh beberapa saat darinya dan mendekatkan diri dengan Titan. Sedangkan Amel lebih mendekatkan diri dengan Ery, dengan alasan dia ingin menghibur dan menemani Ery.

Hari-hari kulalui bersama Titan. Titan selalu ada untukku, dia memang sahabat yang baik. Liburan telah berakhir dan sekarang saatnya kembali ke sekolah. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sahabat-sahabatku, terlebih Titan. Entah kenapa akhir-akhir ini aku selalu memikirkannya. Jangan-jangan aku naksir dengannya ? Tidak mungkin, hali itu tidak boleh terjadi. Jangan sampai aku naksir dengan sahabatku sendiri. Aku membuang jauh-jauh pikiran itu.

Akhirnya waktu istirahat tiba juga. Aku bergegas hendak keluar kelas, tiba-tiba Titan masuk ke kelas dan menghampiri aku.

“ Rin, kamu sibuk nggak nanti sore ?” tanya Titan.

“ Nggak. Memangnya kenapa ?”

“ Ke rumah ya ! Ada acara nanti sore.”

“Acara apa ?” tanyaku lagi.

“ Kamu lupa ya ? Hari ini kan ulang tahunku.”

“ Oh iya ya. Ma’af ya Tan aku lupa.”

“ Iya, nggak apa-apa. Tapi kamu datang ya !”

“ Ok ! Selamat ulang tahun ya.”

“ Terima Kasih. Aku mau bilang buat teman-teman yang lain dulu.”

Titan pergi menemui teman-teman yang lain, aku pun kembali ke kelas.

Aku bersiap-siap, sebentar lagi pesta ulang tahun Titan dimulai. Aku cepat-cepat menyuruh kakak mengantarku ke rumah Titan. Pesta ulang tahun Titan berlangsung meriah, banyak teman-teman yang hadir termasuk Ery dan Amel. Mereka tampak selalu berdua. Apa mereka pacaran ?

Hatiku mulai menduga yang macam-macam.

Sekarang sudah malam pesta ulang tahun Titan sudah berakhir, teman-teman juga sudah pulang semua hanya aku yang belum. Aku menunggu kakak ku menjemput.

“Karin, masuk ke dalam aja !” Titan menegurku.

“Nggak usah, aku nunggu disini aja.”

“Ya udah. Rin, aku boleh bilang sesuatu nggak ? Tapi, kamu jangan marah sebenarnya aku sudah lama suka sama kamu. Tapi aku takut kamu akan menjauhi aku sama seperti kamu menjauh dari Ery. Aku juga nggak mau merusak persahabatan kita.”

“Titan, sebenarnya aku juga mau jujur aku nggak bisa terus-menerus membohongi perasaanku, sebenarnya aku juga suka sama kamu. Tapi aku nggak mau merusak persahabatan kita dan melukai peraasaan Ery. Jadi, sebaiknya kita tetap bersahabat saja, perjalanan kita juga masih panjang banyak hal yang yang mesti kita lewati lebih baik kita manfaatkan untuk hal yang bermanfaat daripada pacaran, belajar aja dulu yang benar. “

“Kalau menurut kamu itu jaln yang terbaik, aku ngikut aja. Tapi satu hal yang perlu kamu tau aku akan selalu ada untuk kamu dan akan menjadi sahabat yang baik untuk kamu.”

“Terima kasih Titan ! Kamu memang sahabatku yang paling baik.”

“Kamu bisa aja!”

Titan tersenyum lalu memutar sebuah lagu milik Zigaz dari ponselnya dan mulai menyanyi.

Tak bisa hatiku menampikkan cinta

Karena cinta tersirat bukan tersurat

Meski bibirku terus berkata tidak

Mataku terus pancarkan sinarnya

Apa yang kita kini tengah rasakan

Mengapa tak kita coba tuk satukan

Mungkin cobaan untuk persahabatan

Atau mungkin semua takdir Tuhan

Cahaya rembulan semakin terang. Kami terus menyanyi…..

Semalam telah berlalu, sekarang waktunya bangun dan bersiap pergi ke sekolah. Tadi malam merupakan malam yang tak terlupakan bagiku. Aku begitu semangat pagi ini. Sesampai di sekolah aku langsung mencari Titan namun tiba-tiba langkahku terhenti, Amel memanggilku aku pun menghampirinya.

“Rin, aku mau bilang sesuatu tapi kamu jangan marah ya ?”

“Kamu mau bilang apa ?”

“Aku…” Belum habis cerita Amel, Titan dan Ery datang menghampiri kami.

“Wah, ada apa nih ? Kayanya seru. Kita nggak dibilangin juga ya ?” tanya Titan.

Amel menatap Ery, akhirnya Ery buka suara.

“ Karin, Titan, sebenarnaya aku sama Amel sudah pacaran. Selama aku menjauh dari Karin, aku PDKT sama Amel dan kami baru aja jadian kemarin.

“Kalau gitu sahabat jadi cinta donk.” Sambung Titan.

“Wow, selamat ya !” Ucapku.

Amel tersenyum. lalu berkata “ Kenapa kalian berdua nggak jadian aja supaya tambah rame, sahabat jadi cinta asyik juga tuh!”

Titan tersenyum menatapku, lalu tertawa. Kubalas senyumnya lalu berkata “Boleh juga tuh usulnya Amel, tapi kapan-kapan aja ya pacarannya.”

“Iya, kalian aja dulu. Nanti kami nyusul, kami lagi pengen belajar dulu.”

Lau kami semua tertawa. Pagi yang indah dan penuh kebahagiaan.

Perihal diofebrilian7
always curious

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: